Proses Menggunakan Teknologi Pengolahan Bahan Makanan

Teknologi Pengolahan Bahan Makanan – menggunakan bahan baku yang berbeda. Seperti namanya, kerupuk ikan adalah kerupuk yang terbuat dari ikan.

Berbagai jenis ikan dapat digunakan untuk membuat kerupuk ikan, namun tidak semua jenis ikan dapat dibuat menjadi kerupuk ikan.

Jenis ikan yang sering digunakan untuk membuat kerupuk antara lain ikan tenggiri dan flounder.

Selain ikan, usaha ini menggunakan bahan baku lainnya yaitu tepung tapioka, tepung terigu, tepung sagu dan telur.

Bumbu juga digunakan dalam persiapan kerupuk ikan untuk memberi mereka rasa yang lezat dan gurih.

Garam, gula dan perasa digunakan sebagai bumbu. Pewarna sering digunakan sebagai pewarna tambahan agar lebih menarik.

Teknologi Pengolahan Bahan Makanan

Dalam pembuatan kerupuk ikan dapat digunakan teknologi tradisional maupun teknologi modern.

Perbedaan teknologi ini berkaitan dengan jenis peralatan yang digunakan dalam proses produksi.

1. Teknologi tradisional

Peralatan yang digunakan dalam teknologi ini mudah didapatkan karena peralatan ini sering digunakan di rumah tangga pada umumnya.

Selain alat, faktor utama dalam produksi kerupuk adalah tenaga kerja, karena sebagian proses produksi ini mengandalkan tenaga manusia.

Penggunaan peralatan sederhana ini sangat mempengaruhi kuantitas produk yang dihasilkan dan kualitasnya.

Hanya dengan menggunakan teknologi tradisional ini, terkadang adonan hanya bisa dimasak 1 (satu) kali. Kapasitas produksi alat sederhana ini sangat kecil dengan kualitas yang rendah.

2. Teknologi modern

Pembuatan kerupuk dengan teknologi modern merupakan proses yang menggunakan peralatan yang lebih modern seperti mesin cetak otomatis yang menghasilkan bentuk yang lebih variatif, mesin potong yang lebih cepat dan penggunaan oven.

Penggunaan teknologi ini memungkinkan untuk menghasilkan produk berkali-kali lipat dibandingkan dengan teknologi sederhana.

Dalam satu hari, Anda bisa membuat 3-4 kali adonan kerupuk. Selain itu, teknologi ini akan menghemat jumlah tenaga kerja yang digunakan, yang akan mengurangi biaya operasional.

3. Teknologi menengah

Dalam pembuatan kerupuk menurut teknologi menengah ini digunakan peralatan yang terdiri dari mesin-mesin yang produktivitasnya relatif rendah.

Proses manufaktur

Usaha kerupuk ikan hanya mengolah dari bahan baku hingga proses pembuatan kerupuk siap digoreng. Proses pembuatan kerupuk ikan adalah sebagai berikut :

1. Proses persiapan bahan baku

Proses persiapan bahan baku adalah menyiapkan daging ikan bekas, tepung dan bumbu, dan menghitung komposisi masing-masing bahan untuk setiap pengujian.

Saat menyiapkan bahan baku pembuatan kerupuk ikan, fokusnya adalah menyiapkan ikan yang akan digunakan sebagai bahan utama.

Kualitas ikan yang digunakan akan mempengaruhi kualitas produksi kerupuk ikan, sehingga harus dipilih ikan segar.

Untuk itu diperlukan pengetahuan untuk mengetahui tanda-tanda ikan yang berkualitas (masih segar).

Sebelum dihaluskan, ikan dibersihkan terlebih dahulu dari sisik, insang dan isi perutnya, kemudian dicuci hingga bersih.

Bagian tubuh yang keras seperti duri dan tulang dihilangkan karena dapat menurunkan kualitas kerupuk yang dihasilkan.

Kemudian ikan ditumbuk sampai halus. Selain itu, bahan baku berupa tepung dan telur, serta bumbu-bumbu disiapkan untuk proses persiapan adonan.

2. Proses pembentukan tes

Adonan terbuat dari tepung tapioka yang dicampur dengan bumbu yang digunakan. Tepung dituangkan dengan air dingin sampai menjadi adonan kental.

Bumbu halus dan ikan dimasukkan ke dalam adonan dan dicampur / diremas sampai diperoleh massa yang homogen.

Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam moulin untuk melunakkan, dan Anda mendapatkan adonan kenyal dengan campuran bahan yang homogen.

3. Cetak

Tes cetak dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin. Adonan dibentuk dengan tangan menjadi silinder dengan panjang sekitar 30 cm dan diameter 5 cm.

Dengan adonan press ini, bentuk serupa bisa dibuat. Adonan berbentuk silinder ini kemudian “ditekan” untuk membuat adonan yang lebih padat.

Selain itu, adonan ini ditempatkan dalam bentuk silinder yang terbuat dari aluminium.

4. Proses Pengukusan

Adonan berbentuk silinder kemudian dikukus dalam panci selama kurang lebih 2 jam hingga matang.

Untuk mengetahui apakah adonan kerupuk sudah matang atau belum, Anda perlu menancapkan lidi ke dalamnya.

Jika adonan tidak menempel pada stik, maka adonan sudah siap. Cara lain untuk mengetahui apakah adonan kerupuk sudah matang atau belum adalah dengan memeras adonan.

Ketika permukaan silinder kembali ke keadaan semula, itu berarti adonan sudah siap.

5. Pendinginan

Kerupuk yang sudah matang dari adonan segera diangkat dan didinginkan. Untuk melepaskan dari cetakan, adonan biasanya dituangkan dengan air.

Kemudian adonan didinginkan di udara terbuka selama kurang lebih 1 (satu) hari atau sekitar 24 jam hingga adonan menjadi padat dan mudah dipotong.

6. Pemotongan

Langkah selanjutnya adalah memotong adonan kerupuk yang sudah dingin. Mesin pemotong rumput dioperasikan oleh 2 (dua) orang.

Proses ini juga bisa dilakukan dengan hanya memotong adonan dengan pisau tajam. Potongannya dibuat setipis mungkin, tebalnya sekitar 2 mm, agar hasil penggorengannya bagus.

Untuk memudahkan pemotongan, pisau sudah dilumasi sebelumnya dengan minyak sayur.

7. Pengeringan/pembakaran

Adonan yang sudah dipotong-potong kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Pengeringan dilakukan di bawah sinar matahari selama kurang lebih 4 jam.

Saat musim hujan, kerupuk kering yang masih lembap dapat dipanggang di dalam oven (pengering) selama kurang lebih 2 jam.

Namun, kerupuk yang dijemur akan memberikan hasil yang lebih baik daripada yang dipanggang dengan oven.

Jika kerupuk kering digoreng, volumenya akan bertambah banyak. Hal ini akan lebih menguntungkan bagi pengusaha penggorengan kerupuk dan akan mempengaruhi harga kerupuk.

Inilah sebabnya mengapa pengeringan matahari lebih disukai daripada pengeringan oven.

8. Packing

Setelah kering, kerupuk langsung dikeluarkan dari jemuran. Kerupuk kering ini bisa langsung dibungkus dan dijual.

Biasanya, kerupuk ikan siap saji ini dikemas dalam kantong plastik dengan berat tertentu. Kemasan plastik kerupuk disebut bal, setiap bal bisa berisi 5kg atau 10kg kerupuk.

Nah itulah pemanfaatan metode teknologi pengolahan bahan makanan. Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published.